. . . Kata Yesus kepadanya:
"Gembalakanlah domba-domba-Ku."
(Yohanes 21:16)
Pinguin merupakan salah satu binatang yang unik, disebut burung tapi tidak dapat terbang, jadi apa gunanya sayap bagi pinguin? Pinguin juga memiliki beberapa keunikan, bila bertelur pasti hanya satu buah. Ternyata satu telur ini berkaitan dengan cara menyimpan telurnya. Telur ini tidak boleh tergeletak di tanah, jadi harus selalu berada diatas kaki pinguin. Bagaimana kalau induknya capai, pegel? Telur ini akan di operkan ke atas kaki si jantan. Pernah lihat prosesnya? Wah, unik dan lucu seperti dua orang anak yang sedang bermain-main dengan bola.
Ketika telur ini belum menetas masing-masing pasangan menjaga telur milik mereka, akan tetapi ketika telur ini sudah menetas maka masing-masing kelompok saling menjaga dan melindungi anak-anak yang ada di dekatnya. Suatu kebersamaan dan rasa memiliki yang sangat indah.
Kebersamaan yang unik pada pinguin sangat indah. Dalam keluarga saling berbagi tugas dan tanggung jawab, setiap pasangan sama-sama merasakan sulitnya membangun suatu keluarga. Mereka mulai dari lingkungan yang terkecil dulu yaitu keluarga, setelah itu dalam proses sosialisasinya barulah saling menjaga dan melindungi sesama pinguin.
Kita, anak-anak Tuhan masing-masing memiliki lingkungan terkecil yaitu keluarga. Contoh yang unik dari pinguin menyadarkan bahwa kita lebih dari sepasang pinguin. Tanggung jawab anak-anak adalah tanggung jawab ke dua orang tua dalam keluarga. Keluarga merupakan persekutuan kecil yang Tuhan percayakan kepada kita. Keakraban yang terjalin dapat diisi dengan berbagi pengalaman rohani, dan menaburkan benih-benih firman Tuhan. Dengan demikian kita sudah menggembalakan domba-domba yang Tuhan percayakan. Indahnya persekutuan kecil ini tidak akan dapat ditandingi oleh persekutuan manapun.(paul herwanto)