. . . bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.
(Kolose 3:24)
Suatu ketika beredar isu bahwa perusahaan tempat saya bekerja kepemilikannya akan dipindah- tangankan. Apabila ini terjadi maka identitas perusahaan akan berganti. Nama, logo dan semua yang selama ini menjadi citra perusaan akan berganti. Menghadapai kemungkinan ini banyak di antara karyawan yang mulai menyuarakan protesnya, bahkan ada sebagian yang mulai hengkang.
Hal yang semula hanya isu, kemudian mulai mendekati kenyataan ketika sudah ditetapkan hari “H” untuk launching (peluncuran ulang). Semua harap-harap cemas, karena semua atribut termasuk slogan-slogan yuang selama ini diteriakan dan menjadi kebanggan tidak lagi dapat digunakan. Selama ini slogan dan logo yang digunakan identik dengan reputasi kinerja perusahaan.
Tibalah hari “H”, semua logo dan apapun yang selama ini digunakan harus digantikan dengan yang baru. Nama lama sama sekali tidak boleh lagi digunakan, nama baru melekat menggantikan nama lama yang selama ini digunakan. Logo dan nama baru yang selama ini dirahasiakan sekarang dibuka secara gamblang. Ternyata logo dan namanya begitu berwibawa. Setelah dibeberkan secara panjang lebar apa dan siapa pemilik perusahaan yang baru, barulah kami mengerti bahwa perusahaan kami berada di tangan yang kuat dan kredible dengan perjalanan yang sudah demikian panjang.
Keadaan kita seperti layaknya perusahaan yang di alihkan di atas. Kita tidak memiliki hak lagi untuk mengklaim bahwa hidup ini milikku, semuanya harus dialihkan menjadi “milik Kristus”. Tidak ada lagi kebanggaan untukku, semuanya untuk kemuliaan nama Kristus yang memegang semua sendi-sendi kekuasaan baik di bumi maupun di surga, segala puji hanya bagi Dia yang berkuasa selama-lamanya.
(paul herwanto)