KAWISTA
Kawista (Limonia acidissima) disebut juga Kawis, di Bali disebut Kusta, dan di Aceh disebut Buah Batu. Buah ini berkulit keras mirip tempurung kelapa, hanya tempurungny a berwarna putih (tampak di gambar bawah). tanaman Kawista termasuk langka karenanya saat ini jarang sekali kita menemukannya di pasar. Beberapa waktu lalu saya menemukan penjual buah Kawista di daerah antara Pamanukan - Cikampek, ketika ditanyakan kepada penjualnya katanya kebunnya berada di desa Tegalurung, jadi memang berasal dari daerah sekitar situ, katanya di Jawa Tengah banyak di dapat di Rembang, Pati, dan Juwana.
Pohonnya dapat mencapai tinggi 12 m, dengan duri disekujur batangnya, panjang duri dapat mencapai 4 cm.. Kayunya berwarna putih kekuningan, cukup berat dan keras, berserat kasar, dengan urat kayu yang rapat. Katanya kulit kayunya dapat digunakan untuk gangguan haid yang berlebihan, gangguan fungsi hati, mengobati sengatan binatang, dan untuk mengobati mual-mual. Kayu Kaweista juga dapat digunakan untuk berbagai macam perabotan rumah, getah batangnya dapat digunakan sebagai pengganti gom Arab.
Karena memiliki kulit yang keras maka untuk memecahkannya diperlukan pukulan yang agak keras dengan ulekan atau palu. Buah yang sudah masak akan mengeluarkan bnau harum walaupun belum dipecahkan. jadi untuk menikmati Kawista sebaiknya tunggu beberapa hari sampai tercium bau harum, baru dipecahkan. Warna daging yang matang akan berwarna coklat kehitaman, sedangkan yang kurang matang akan berwarna putih. Buah yang kurang matang akan terasa asam, tetapi tetap dapat dimakan. Agar rasanya nikmat Kawista dapat dicampur denagn gula pasir beberapa sendok sesuai selera. Jadi untuk menikmatinya sangat mudah, tidak perlu pengolahan yang rumit. Buah kawista dapat juga dijadikan dodol atau sirup.
Buah Kawista sarat dengan biji, akan tetapi jangan khawatir karena biji-biji ini lunak dan dapat dikunyah, dan tidak ada rasanya sehingga tidak akan mengganggu kenikmatan menikmati Kawista. Setiap buah Kawista mengandung 3-5% pektin, dan setiap 100 g buah mengandung 74 g air, 8 g protein, 1,5 g lemak, 7,5 g karbohidrat. Ukuran buahnya sangat bervariasi dari diameter 7 cm sampai ada yang mendekati ukuran buah melon.
Untuk pembiakannya diperlukan biji yang tua, disemaikan di tanah yang lembab. Setelah kira-kira 3-4 minggu biji akan mulai tumbuh.. Untuk pembentukan selanjutnya terserah anda. Pohon Kawista dapat juga dibentuk menjadi bonsai, dan harganya cukup menggiurkan, yaitu sekitar 20 jutaan. jadi kalau lewat jalur pantura sekitar Cikampek - Pamanukan di Jawa Barat coba tenggok kiri kanan, bila ada penjaja buah dengan bentuk bulat-bulat dengan warna aneh itu adalah Kawista, atau bila di Jawa Tengan coba liahat-lihat sekitar Rembang, selamat berburu Kawista si Buah Langka.