KASIH IDENTIK DENGAN PENGINJILAN
. . . , marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah,
tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
(I Yohanes 3:18)
Mahatma Gandhi tokoh pergerakan India yang sangat fenomenal, namanya selalu dikenang orang di seluruh dunia. Lahir di Porbandar, India tanggal 2 Oktober 1869. Pada tahun 1891 ia kembali ke India setelah menyelesaikan studi hukumnya di Inggris, kemudian dia memulai karier hukumnya di Bombay (sekarang Mumbai), akan tetapi kurang sukses.
Dua tahun kemudian seorang teman mengajaknya untuk bergabung dengan perusahaannya di Durban, Afrika Selatan. Dia berharap bahwa di Durban akan mendapatkan tempat yang layak karena Negara ini didominasi oleh orang- orang kulit putih. Harapannya ini sia-sia karena dia diperlakukan sebagai minoritas.
Perlakuan orang kulit putih yang sangat membedakan ras ini membuatnya sangat kecewa. Dalam pikirannya selama ini orang kulit putih identik dengan kekristenan berarti identik dengan kasih Kristus. Selama di Inggris dia begitu kagum dengan Kristus sebagai tokoh yang penuh kasih.
Gandhi adalah seorang tokoh yang dikenal berjuang dengan kasih tanpa kekerasan. Ini semua karena ajaran Kristus begitu melekat dalam dirinya, tetapi dia begitu kecewa dengan orang-orang yang mengaku dirinya Kristen tetapi tidak mengenal kasih. Gandhi begitu menghayati ajaran kasih Kristus, akan tetapi kekecewaannya membuat dia menolak untuk menerima Kristus.
Penginjilan bukanlah sekedar penyampaian ayat-ayat firman Allah secara teoritis. Orang-orang di sekitar menantikan apa yang dapat diperbuat oleh seorang Kristen yang katanya penuh dengan kasih. Keberhasilan penginjilan hanya dapat dicapai apabila kita dapat mengaplikasikan kasih secara langsung di tengah dunia yang kehilangan kasih. Kita tidak mau lebih banyak lagi orang yang menolak Kristus karena tidak melihat kasih Kristus di dalam kehidupan kita, jangan tambahkan orang yang kecewa seperti Gandhi. (paul herwanto)