HALAL & HARAM MENURUT ALKITAB
Seringkali kita masih memperdebatkan makanan mana yang halal dan mana yang haram. Tulisan Pauluis juga cukup membingungkan, di satu kesempatan dia mengatakan hindarkan dari makanan yg dicemarkan berhala dan darah, pada kesmpatan lain semua halal tetapi bukan semua berguna. Akan tetapi Tuhan Yesus mengatakan bahwa: karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?(Mark.7:19). lalu bagaimana dengan aturan yang Tuhan buat di Perjanjian Lama? apakah sudah tidak berlaku?
Dalam kitab Imamat 11 dan Ulangan 14 Tuhan telah menggariskan makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan.
Salah satu contoh binatang yang haram untuk dimakan adalah babi, mengapa demikian? babi adalah binatang yang sangat rakus sehingga seolah tidak pernah berhenti makan. Dengan demikian pencernaannya tidak sempat mencerna dengan baik sehingga banyak parasit, bakteri, virus dan toksin yang kemudian lolos dan bersarang di daging babi. Pola makan yang berlebihan pada babi ini juga menyebabkan bertimbunnya lemak yang sangat berlebihan. Oleh sebab itu ada resiko yang sangat besar bila manusia menyantap daging babi.
Contoh lain jenis kerang kerangan ternyata diciptakan Tuhan untuk dapat mengatasi pencemaran air. Dengan demikian di dalam kerang-kerangan akan terdapat bahyak sekali polutan (diantaranya logam berat) yang berbahaya bagi tubuh manusia.
Jenis ikan yang tidak bersirip dan bersisik ternyata tidak memiliki perlindungan terdapat polutan yang terdapat di dalam air, sehingga logam berat dsb dapat dengan mudah terserap dalam tubuh ikan jenis ini. Itulah sebabnya mengapa Tuhan mengharamkan ikan jenis ini.
Lalu apakah Tuhan telah menghapuskan ketentuan ini dengan ketentuan-ketentuan baru seperti yang disampaikan oleh Tuhan Yesus dan melalui Paulus?
Firman Allah tidak pernah berubah, yang berubah adalah manusianya. Pada jaman Perjanjian Lama adalah hal tidak mungkin untuk menjelaskan mengapa suatu binatang tidak boleh dimakan secara ilmiah. Oleh sebab itu Tuhan menggunakan istilah Halal & Haram.
Apakah berdosa apabila menyukai makanan-makananan yang diharamkan di PL? Sejak semula tujuan Tuhan melarang menikmati makanan-makanan haram itu adalah untuk melindungi kesehatan manusia. Jadi kalau sampai kemudian sakit karena menikmati makanan larangan tersebut maka kita sudah melanggar firman Allah yang menghendaki kita untuk menjaga tubuh karena adalah rumah Allah, dan mereka yang membinasakannya maka Tuhan akan membinasakan dia.(paul herwanto)