BELAJAR KEPADA SEMUT dkk
Hai pemalas, pergilah kepada semut,
perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:
(Amsal 6:6)
Apa yang telah Tuhan ciptakan adalah baik, Dia selalu katakan itu setiap berakhirnya satu hari penciptaannya. Ada banyak hal yang tidak kita mengerti, namun sebenarnya di dalamnya menyimpan suatu hikmat yang dalam untuk kita. Oleh sebab itu Tuhan menunjuk kepada salah satu ciptaan-Nya, semut.
Binatang-binatang liar di hutan umumnya saling menunjukkan kekuatannya, yang kuat dialah yang berkuasa. Akan tetapi Tuhan memperlengkapi binatang-binatang yang kerap menjadi santapan binatang lain dengan suatu instink, kalau tidak bisa dikatakan hikmat. Mereka saling menjaga, memberikan peringatan dan membentuk kelompok yang akan membuat jeri pemangsanya. Hanya mereka yang kurang cepat berlari dan yang tercecer dari kelompoknya akan dengan mudah diterkam oleh pemangsa.
Ikan-ikan kecil di lautan yang sering menjadi santapan ikan yang lebih besar, mereka berenang mengarungi lautan dengan berkelompok dalam jumlah yang sangat besar. Ikan-ikan ini membentuk koloni seolah suatu gulungan bola besar. Ini dilakukan untuk mengacaukan sasaran dari pemangsa. Anehnya lagi dengan jumlah yang begitu besarnya mereka tidak pernah saling bertabrakan walaupun bergerak sangat cepat.
Iblis seolah singa yang mengaum yang mencari siapa yang dapat dijadikan mangsanya. Kita perlu membentuk suatu komunitas yang dapat saling membangun, memberikan peringatan agar tidak tercecer dan tidak menjadi mangsa si Iblis. Kitapun perlu belajar kepada semut dkk agar dalam melakukan aktivitas bisa saling mendukung dan yang paling penting tidak saling bertabrakan.(paul herwanto)