berandateropongpelangifreeware
 
   

 

Index Teropong

Bangkit Jadilah Terang
Bawa Bodyguard
Belajar Kepada Semut
Bukan Sekedar Janji
God on the Mountain
Halal & Haram
Hamba yang Merdeka
Kasih Identik dengan Penginjilan
Keluar, Bukan Tempatmu
Keterbukaan Awal Pemulihan
Ketika Tuhan Menjawab
Membangun Kepedulian
Mengapa Allah Menciptakan Manusia 1
Mengapa Allah Menciptakan Manusia 2
Mengapa Tuhan Mengutuk Pohon Ara?
Mengubah Masalah Menjadi Mutiara
Menjebol Kemapanan
Menyiapkan Tunas Muda
Pelantikan yang Fenomenal
Pemberian Terbaik
Penginjilan Arwah
Perlukaan Untuk Pemulihan
Power of the True King
Raih Sukses Setelah Gagal
Ulet, Ulet dan Ulet
Menjadi Kepala Bukan Ekor
Lebih dari Pemenang
Logo Baru
Warga Kerajaan Allah
Berkat bagi Orang Percaya
Bertumbuh di dalam Iman

 

 


BELAJAR KEPADA SEMUT dkk

 

Hai pemalas, pergilah kepada semut,

perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:

(Amsal  6:6)

 

Apa yang telah Tuhan ciptakan adalah baik, Dia selalu katakan itu setiap berakhirnya satu hari  penciptaannya. Ada banyak hal yang tidak kita mengerti, namun sebenarnya di dalamnya menyimpan suatu hikmat yang dalam untuk kita. Oleh sebab itu Tuhan menunjuk kepada salah satu ciptaan-Nya, semut.

Binatang-binatang  liar di hutan umumnya saling menunjukkan kekuatannya, yang kuat dialah yang berkuasa. Akan tetapi Tuhan memperlengkapi binatang-binatang yang kerap menjadi santapan binatang lain dengan suatu instink, kalau tidak bisa dikatakan hikmat. Mereka saling menjaga, memberikan peringatan dan membentuk kelompok yang akan membuat jeri pemangsanya. Hanya mereka yang kurang cepat berlari dan yang tercecer dari kelompoknya akan dengan mudah diterkam oleh pemangsa.

 

Ikan-ikan kecil di lautan yang sering menjadi santapan ikan yang lebih besar, mereka berenang mengarungi lautan dengan berkelompok dalam jumlah yang sangat besar. Ikan-ikan ini membentuk koloni seolah suatu gulungan bola besar. Ini dilakukan untuk mengacaukan sasaran dari pemangsa. Anehnya lagi dengan jumlah yang begitu besarnya mereka tidak pernah saling bertabrakan walaupun bergerak sangat cepat.

 

Iblis seolah singa yang mengaum yang mencari siapa yang dapat dijadikan mangsanya. Kita perlu membentuk suatu komunitas yang dapat saling membangun, memberikan peringatan agar tidak tercecer dan tidak menjadi mangsa si Iblis. Kitapun perlu belajar kepada semut dkk agar dalam melakukan aktivitas bisa saling mendukung dan yang paling penting tidak saling bertabrakan.(paul herwanto)

 

 

 

www.kemurahanmu.com